Langsung ke konten utama

Coretan si Rembo

Coretan si Rembo

Kamis, 12 November 2015. Ceritanya lagi ditemanin hujan di kampus dan gue malah disuruh untuk nulis yang entah berantah harus nulis apa. Siapa yang nyuruh? Siapa lagi kalau bukan salah satu sahabat gue. Sebut saja namanya “Rembo”. Nama aslinya? Ahh udahlah ga usah tanya nama aslinya, masih lebih penting mikirin telor atau ayam yang duluan?  Atau masih kurang penting ? Husttt..ini tulisan apa sih?
Sebenarnya banyak hal yang akan gue tulis hari ini tetapi nampaknya waktu kalau kata anak sastra tak mengizinkan. Ceuilahh..
Namun hal yang terpenting yang ingin gue ceritain adalah berkenaan dengan memulainya keistiqomahan gue kembali. Dalam hal? Buanyakkk banget. Mulai dari tilawah gue, baca buku, nulis cerita gaje dan olahraga.
Yah semoga lu dapat ngasih gue saran bagaimana caranya memulai kembali.
Buat yang punya akun ini. Siapa? Bawel banget lu banyak tanya..Rembo lah.
Semoga bisa kasih saran oke.
See you nextntime :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suddenly

One night when I came home from work. At that time the road was quiet. In the mid of journey, suddenly from a distance near the crossroads I saw a boy. I saw him waving at me as if he wanted to say something. When a few steps I tried to approach him, but I turned away and chose to turn back and walk faster to leave the place immediately. I continued the journey while overshadowed by thoughts that were either guilt or fear. While I was continuing the trip, I continued to pray "hopefully nothing bad will happen" When I arrived at the boarding house, I took my Handphone from the bag to check what time was it? The time was 11 o'clock from my Handphone screen, but there are things that make me weird from the Handphone screen. Dozens of unanswered calls, I don't usually find missed calls up to tens of times, even those who don't answer. Since it was late and I felt very tired, I was not too caring and immediately went to sleep. The next day, I also find out what hap...

Puisi Sukmaku di Rawa Gede

 SUKMAKU DI RAWA GEDE Karya K. SUKARMAN. HD Kalau ada orang bertanya, " Apakah di sini Markas Gabungan Pejuang? "Kami katakan, " Bukan, dan tidak ada pejuang disini" Itu kami katakan kepada Belanda tahun 1947, bahkan . . . .  Kami teriakan: Bongkar-bongkar dan putuskan jalan Cilempuk Bongkar-bongkar dan putuskan jalan Palawad Bongkar-bongkar dan putuskan jembatan Garunggung Agar setiap penjajah tidak sempai di tempat ini Tapi kami ternganga dan heran, masih ada pecundang, penghianat Yang mengabarkan bahwa disini Markas Gabungan Pejuang Saat itulah... Tepat pukul 04.00 dini hari 9 Desember 1947 Hujan badai turun bersama datangnya kaum imperalis Murka alam tunjukan kepada kami. Dengan hadirnya remang-remang cahaya di sela rimbunnya daun Yang tak ujur terang dari pagi hingga sore. Apa lagi yang harus kami teriakan ? Pekik merdeka atau jeritan ketakutan, Ternyata "Pekik Merdeka" yang kami teriakan, dan itu.. . Kami layangkan, bersama sukma kami ..walaupun Ratu...

Lirik lagu Liar Angin - Feby Putri

  Liar Angin Tak sejalan langkah bersama Bertujuan tak satu arah Utuh dalam perasaan Harap kenyataan memihak Jumpa ria dengan sang terang Menuntunku dalam padam Terdengarkah disini Masih terbalut harapan dan tanya Liar angin tak berarah pun tak mampu Sampai pesan yang berteduh di hati yang sepi Di ujung hamparan banyak kita banyak kata Tertahankan oleh waktu yang terus berjalan Bahkan semesta tertawa Ha ha haa aaa Tak terlihat tak terdengar Harap kenyataan memihak Jumpa ria dengan sang terang Menuntunku dalam padam Masih terbalut harapan dan tanya Pada akhirnya Harap dan tanya Terekam di ingatan Jemari pun bergerak mengungkapkan Pada akhirnya Liar angin tak berarah pun tak mampu Sampaikan pesan yang berteduh di hati yang sepi Di ujung hamparan banyak kita banyak kata Tertahankan oleh waktu yang terus berjalan Bahkan semesta tertawa Ha ha haa aaa Tak terlihat tak terdengar Ha ha haa aaa bahkan semesta tertawa Ha ha haa aaa Banyak kita banyak kata Ha ha haa aaa Bahkan semesta tertawa...